SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN ASTRONOMI
Dasar
yang diletakkan Newton

Di
tahun kematian Galileo, Izaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Bisa dikatakan
Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama
mengenai asal mula Tata Surya. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi
terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa gaya
antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum Gravitasi Newton
memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya
berdasarkan hasil pengamatan. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam
Principia yang ia tulis selama 15 tahun.
Teori
Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir
kemudian, sampai dengan tahun 1960 termasuk didalamnya teori monistik dan teori
dualistik. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari
materi yang sama. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi
berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.
Temuan
pada abad ke-20
Beberapa
hipotesa yang kemudian melahirkan teori-teori dicetuskan oleh beberapa ilmuwan
seperti teori alam semesta paralel (parallel universe atau multiverse).
Secara
sederhana dengan prinsip gravitasi Newton, kita dapat menjelaskan mengapa
planet-planet dapat berputar mengelilingi
matahari melalui orbitnya secara stabil. Matahari mempunyai gaya tarik terhadap
bumi yang disebut dengan gravitasi, gavitasi matahari ini menarik bumi ke
matahari, tetapi kenapa bumi tidak jatuh ke matahari. Hal ini terjadi karena terdapat
gaya yang menyeimbangkan antara gaya tarik matahari yang mengarah ke matahari
dan gaya yang mengarah keluar matahari (gaya sentrifugal). Gaya sentrifugal
terjadi karena perputaran sebuah benda. Untuk mengetahui apa itu gaya
sentrifugal cobalah percobaan berikut : letakkan sebuah benda di atas tangan
anda, kemudian berputarlah maka benda tersebut akan terlempar keluar, Inilah
yang disebut dengan gaya sentrifugal. Lakukan sekali lagi, pegang benda
tersebut, kemudian berputarlah lagi, buka genggaman anda ke arah muka, apa yang
terjadi ?, benda tidak terjatuhkan!. Bumi tidak tertarik ke Matahari karena besarnya
gaya tarik matahari dan gaya sentrifugal adalah sama.
Pada
tahun 1915, teori Newton
ini disangkal oleh Albert Eintein yang mengemukakan bahwa tidak ada energi
maupun massa yang bisa memiliki kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Mengingat
jangkauan gaya gravitasi yang mencapai ribuan bahkan jutaan kilometer, maka
gaya gravitasi tidaklah mungkin menjelajah angkasa luar dalam waktu yang
singkat. Jika gaya gravitasi bergerak dengan cara yang sama seperti cahaya
bergerak, maka Einstein berkesimpulan kecepatan gaya gravitasi bekerja juga
tidak boleh melebihi kecepatan cahaya. Dengan jarak jangkauan yang jauh maka
jelas gravitasi memerlukan waktu yang panjang untuk menjelajah ribuan bahkan
jutaan kilometer. Ambil saja perjalanan cahaya dari Matahari sampai ke
planet-planet dalam tata surya. Untuk bumi yang berjarak rata-rata 150 ribu
kilometer dari matahari, cahaya yang kita nikmati di bumi ini memerlukan waktu
sekitar 8,3 menit untuk tiba dibumi setelah dipancarkan dari permukaan
matahari. Sedangkan untuk planet Pluto yang berjarak sekitar 5940 juta
kilometer dari matahari, cahaya membutuhkan waktu sekitar 5,5 jam untuk tiba
disana.
Konsep Gravitasi Einstein
(dikuti dari http://www.kamusilmiah.com/fisika/menguji-teori-gravitasi-einstein-1)
Gravitasi
adalah fenomena yang dekat sekali dengan kehidupan kita. Setiap orang bisa
merasakannya. Gaya ini bisa dirasakan dan dilihat dalam berbagai bentuk yang
berbeda. Ketika kita melenggang pada jalan menurun, tarikan gravitasi akan
mempercepat langkah kita. Hal lain yang sangat jelas bagi kita adalah setiap
benda yang dilemparkan pasti akan jatuh ke tanah. Namun demikian baru ditahun
1687 gravitasi ini bisa dijelaskan dan dirumuskan ke dalam persamaan matematika
sederhana. Orang pertama yang sanggup menjelaskannya adalah Sir Issac Newton.
Fisikawan
berkebangsaan Inggris ini, berhasil mengungkapkan mekanisme bagaimana dua objek
bermassa yang berinteraksi dalam gaya tarik-menarik gravitasi. Matahari di
dalam solar sistem kita, menurut teori ini, memiliki gaya tarik yang sangat
besar jangkauannya sehingga bisa menarik benda-benda angkasa yang bermassa
relatif lebih kecil seperti planet, komet, dan asteroid dan melayang pada
orbitnya.
Baru
kemudian di awal abad 20 Einstein menemukan kejanggalan dalam teori gravitasi
Newton. Kejanggalannya terletak pada ketidakcocokan teori gravitasi Newton
dengan teori relativitas khusus yang diajukan Einstein pada tahun 1905.
Dalam
teori relativitas khususnya, Einstein berusaha agar teori relativitas khususnya
konsisten dengan teori electromagnetik Maxwell. Akibatnya Einstein tiba pada
klaim bahwa cahaya memiliki kecepatan sebesar 299.792 km per detik. Bukan hanya
itu Einstein mengatakan bahwa kecepatan ini adalah kecepatan absolut. Artinya
benda atau energi lain bisa bergerak mendekati kecepatan ini tetapi tidak akan
pernah melebihi kecepatan cahaya. Einstein juga melihat ada prinsip fisika lain
yang tidak bersesuaian dengan teori gravitasi Newton. Prinsip ini dikenal
dengan prinsip ekuivalen.
Newton
sendiri tidak mengindikasikan bagaimana gaya gravitasi bekerja. Ia hanya
mengatakan bahwa gravitasi adalah satu gaya yang sudah dari sananya dibawa oleh
benda bermassa. Menurut Newton, sebuah benda bermasssa akan mengerjakan gaya
tarik kepada benda bermassa lain yang berada dalam jangkauan gaya gravitasi benda
yang bermassa lebih besar. Gaya tarik gravitasi itu bekerja dan menjelajah
ruang hampa diantara dua benda tadi dalam waktu sesaat.
Hal
ini bertentangan dengan klaim Einstein bahwa tidak ada energi maupun massa yang
bisa memiliki kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Mengingat jangkauan gaya
gravitasi yang mencapai ribuan bahkan jutaan kilometer, maka gaya gravitasi
tidaklah mungkin menjelajah angkasa luar dalam waktu yang singkat. Jika gaya
gravitasi bergerak dengan cara yang sama seperti cahaya bergerak, maka Einstein
berkesimpulan kecepatan gaya gravitasi bekerja juga tidak boleh melebihi
kecepatan cahaya. Dengan jarak jangkauan yang jauh maka jelas gravitasi
memerlukan waktu yang panjang untuk menjelajah ribuan bahkan jutaan
kilometer.
Ambil
saja perjalanan cahaya dari Matahari sampai ke planet-planet dalam tata surya.
Untuk bumi yang berjarak rata-rata 150 ribu kilometer dari matahari, cahaya
yang kita nikmati di bumi ini memerlukan waktu sekitar 8,3 menit untuk tiba
dibumi setelah dipancarkan dari permukaan matahari. Sedangkan untuk planet
Pluto yang berjarak sekitar 5940 juta kilometer dari matahari, cahaya
membutuhkan waktu sekitar 5,5 jam untuk tiba disana.
Namun
demikian dengan teori gravitasi Newton bentuk dan orbit planet-planet dalam
tata surya bisa diprediksikan dengan tepat meskipun perhitungan dilakukan
dengan anggapan bahwa gaya gravitasi bekerja dengan sesaat. Jika gravitasi
bekerja tidak dalam waktu sesaat, sesuai dengan relativitas khusus Einstein,
maka orbit planet ini harus mengalami koreksi. Tetapi jika koreksi Einstein
dimasukkan, maka koreksi ini justru memberikan hasil prediksi orbit planet yang
tidak sesuai dengan data astronomi. Pertimbangan ini membuat Einstein
menyimpulkan adanya mekanisme dalam teori gravitasi yang belum dijelaskan oleh
Newton.
Kejanggalan
kedua yang Einstein temukan berhubungan dengan prinsip ekuivalen. Secara
sederhana prinsip ini menggambarkan bahwa semua hukum fisika akan berperilaku
sama dalam kerangka acuan mana saja, baik dalam kerangka diam, dalam kerangka
yang berjalan dengan kecepatan konstan maupun dengan laju kecepatan yang
positif.
Misalkan
kita berada dalam sebuah pesawat ruang angkasa yang berada di ruang hampa dan
pesawat itu bergerak ke atas dengan laju kecepatan yang sama dengan laju
kecepatan gravitasi bumi yaitu 9,8 meter per detik kuadrat. Jika ada sebuah
buku yang melayang dalam pesawat itu, maka buku itu akan bergerak menuju lantai
pesawat dengan laju kecepatan yang sama pula: 9,8 meter per detik kuadrat. Jika
buku dengan berat yang sama dilepaskan dari ketinggian tertentu di bumi dalam
pengaruh gravitasi bumi, maka buku itu pasti akan jatuh bumi dengan laju
kecepatan yang sama pula.
Hal penting yang bisa disimpulkan dari percobaan
sederhana di atas adalah bahwa gerak buku di dalam pesawat dan gerak buku
ketika jatuh di permukaan bumi tidak bisa dibedakan. Apakah buku tadi jatuh
karena ditarik gravitasi bumi ataukah hanya sekedar bergerak dengan laju
kecepatan yang sama dengan gravitasi bumi. Dengan kata lain gravitasi bisa
diciptakan maupun dihilangkan hanya dengan memandang dari kerangka acuan yang
berbeda. Jika demikian mungkinkah buku tadi jatuh karena ditarik bumi ataukah
sebaliknya permukaan bumi yang bergerak keatas kearah buku tadi dengan laju
kecepatan yang sama dengan gravitasi bumi.
DAFTAR PUSTAKA
Abu Bakr Jabir Al-Jazairi.2000.Ensiklopedi Muslim.Darul Fikr.Jakarta Timur.
Ahmad Barizi.2004.Pandangan Muhammad Abduh tentang Dunia Malaikat.Hikmah.Jakarta.
Ahsin W,dkk.2008.Kamus Ilmu Al-Quran.Sinar Grafika Offset.Jakarta
Al fauzan, dkk.1998.Kitab Tauhid.Perpustakaan Nasional RI.Jakarta
Departemen Agama.2002.Al-Quran dan Terjemahnya.Mekar Surabaya.
Fatah Idris, Mustofa.1994.Jalan Menuju Surga.Al Ikhlas. Surabaya Indonesia
Masaru Emoto.2006.The True Power Of Water.MQ Publishing.Bandung.
Muh Ali-Ash-Shabunie.1983.Pengantar Ilmu-ilmu Al-Quran.Al Ikhlas. Syrabaya Indonesia.
Muhammad Syahrir.2007.Perjumpaan Dengan Iblis.Lentera Jakarta.
Muhammad Salin Mahyasin.2005.Sejarah Al Quran.Akademika Pressindo Jakarta.
Muhsin Labib.2004.Mengurai Tasawuf Irfan dan Kebatinan.Lentera Jakarta.
Moh Rifai.1984.Perbandingan Agama.Wicaksana.Semarang
Nurcholish 2004.Madjid.Pintu-pintu menuju Tuhan.Paramadina.Jakarta Selatan.
Nashir Makarim Syirazi.2005.Berhubungan dengan Roh.Lentera.Jakarta
Samir bin Amin Zuhari.Azab Kubur, Penyebab dan penangkalnya.Akademika Pressindo Jakarta.
Zarkasyi.1983.Usuludin.Tri Murti.Gontor Ponorogo.
http://simplyvie.com/2006/10/05/sejarah-awal-teori-pembentukan-tata-surya, 9 Desember 2009
http://Syahadat.com, attachment:/41/159-dalil-surga-dan-neraka.htm, 26 Juli 2009
http://my-mercusuar.blogspot.com/Blog Tutorial and Islam Blog_ Asal mula alam semesta.mht, 28 Juli 2009
http://febdian.net/drupal/, 28 Juli 2009
http://muxlim.com/ attachment:/96/default.htm, 24 Juli 2009
http://id.shvoong.com/books/ Menyingkap Alam Ruh.mht, 24 Juli 2009
http://blog.uad.ac.id/.../ 05/20/air-di-galaksi-asing/, 30 Juli 2009
http://1.bp.blogspot.com__OsaEvOWOntI_SEz1Ic0BEqI_AAAAAAAAA-M_v91KR24pwbg_s400_janin.jpg, 30 Juli 2009
http://imagehost.ngobrolaja.com_files_maxi_22greenwheel.jpg, 30 Juli 2009
http://img260.imageshack.us_img260_21_mirrorau5.png, 30 Juli 2009
http://photos-p.friendster.com_photos_65_67_83347656_1_597651987l.jpg, 30 Juli
http://islamlib.com/attachment:/110/default.htm, 4 Agustus 2009
http://www.supermance.com/feed, Asal Usul Manusia Yang Membingungkan, 2 Agustus 2006
http://www.suaramerdeka.com_beta1_news_images_499f050acd729.jpg, 2 Agustus 2009
http://aslamiyah.cybermq.com/attachment:/213/nama-nama-neraka-dan-penghuninya.htm, 4 Agustus 2009
http://www.syahadat.com/attachment:/235/1073-nama-nama-surga-dan-calon-penghuninya.htm, 4 Agustus 2009
http://alam.leoniko.or.id/alam_semesta.htm, 2 Agustus 2009
http://wetty1804.wordpress.com/2008/06/02/hello-world/, 2 Agustus 2009
http://yasirmaster.blogspot.com/ attachment:/323/misteri-bentuk-jagat-raya-dan-materi.html, 2 Agustus 2009
http://osdir.com/ml/attachment:/518/msg01118.html, 7 Agustus 2009
http://www.harunyahya.com/indo/artikel/022.htm, 5 Maret 2010
http://arsumba.com/2010/02/keseimbangan-alam/
http://blog.its.ac.id/ichwanmarine/2008/02/12/dia-menurunkan-hujan-dari-langit/
DAFTAR ISI
- Bab 11 Halaman 10, Allah tidak serupa dengan Makhl...
- Bab 11 Halaman 9, Allah adalah tidak terpengaruh w...
- Bab 11 Halaman 8, Cahaya di atas Cahaya
- Bab 11 Halaman 7, Toeri Penciptaan Alam Semesta
- Bab 11 Halaman 6, Dalil dan Logika terbentuknya Ja...
- Bab 11 Halaman 4, Kenapa jika ada Tuhan kejahatan ...
- Bab 11 Halaman 3, Kebenaran Al-Quran
- Bab 11 Halaman 2, Sifat-Sifat Allah
- Bab 11 Halaman 1, ALAM TUHAN
- Bab 10 Halaman 1, ALAM ENERGI KEDUA (ALAM RUH)
- Bab 9 Halaman 2, Surga (alam energi positif)
- Bab 9 Halaman 1, ALAM SURGA DAN NERAKA
- Bab 8 Halaman 3, Alam Makhsar
- Bab 8 Halaman 2, Hari Kiamat
- Bab 8 Halaman 1, HARI KIAMAT DAN ALAM MAHSYAR
- Bab 7 Halaman 2, Alam Cahaya menurut Fisika
- Bab 7 Halaman 1, ALAM CAHAYA (ALAM MALAIKAT)
- Bab 6 Halaman 2, Alam Barzakh menurut Al-Quran dan...
- Bab 6 Halaman 1, ALAM ENERGI (ALAM BARZAKH/ALAM R...
- Bab 5 halaman 2, Penejelasan Alam Jin Menurut Teor...
- Bab 5 Halaman 1, ALAM API (ALAM JIN)
- Bab 4 Halaman 1, PENGERTIAN ALAM GAIB
- Bab 3 Halaman 7, Asal Mula Alam semesta
- Bab 3 halaman 6, Bentuk galaksi
- Bab 3 Halaman 5, Matahari
- Bab 3 Halaman 4, Komposisi dan struktur
- Bab 3 Halaman 3, Tassili dan Tanzania: kesaksian d...
- Bab 3 Halaman 2, Teori Asal-usul Manusia yang berk...
- Bab 3 Halaman 1, ALAM TANAH (ALAM MANUSIA)
- Bab 2 Halaman 4, Teori string (garis)
- Bab 2 Halaman 3, Tipe-tipe Materi
- Bab 2 Halaman 2, Forsa Gravitasi (Gaya Gravitasi)
- Bab 2 Halaman 1, BENTUK JAGAT RAYA DAN TINGKATAN A...
- Bab 1 Haaman 5, Alam Semesta Paralel
- Bab 1 Halaman 4, SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN ASTR...
- Bab 1 Halaman 3, SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN ASTR...
- Bab 1 Halaman 2, SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN ASTR...
- Bab 1 Halaman 1 KEBESARAN ALAM RAYA SEBAGAI CIPTAA...
No comments:
Post a Comment
Bagaimana Menurut Anda?